Kadang, anak itu tanyaaaa melulu sampai bosan ya Mom, njawabnya. Apalagi kalo lagi asyik sama rumpian di BBM…hehe…hyukk disimak nih ada artikel dari Bpk Dono Baswardono yang bisa membantu kita, supaya anak kita juga makin terarah n cerdas keceriwisannya…
MENYUBURKAN RASA INGIN TAHU ANAK-ANAK
RASA INGIN TAHU
“Ingin tahu tentang dunia di sekitar kita adalah bagian penting dari proses belajar. Bila anak-anak berminat mengetahui bagaimana kerjanya sesuatu dan menanyakan mengapa sesuatu terjadi, itu berarti mereka mengembangkan kecakapan yang diperlukannya saat sekolah nanti.”
Rasa ingin tahu adalah bagian penting proses belajar; bahkan yang terpenting. Kemelitannya akan cara kerja suatu benda atau mengapa terjadi sesuatu akan menjadi pondasi bagi kemudahan belajarnya di sekolah nanti. Nah, bagaimana cara menyemaikan rasa ingin tahu di dalam pikiran anak-anak?
Mengapa Begini? Mengapa Begitu?
Sediakan waktu yang cukup untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan anak Anda, kapan pun pertanyaan itu muncul. Jangan sampai Anda malas menjawabnya, apalagi membentaknya dengan “Tanya-tanya terus saja. Sudah diam saja!” Bertahun-tahun kemudian Anda akan menyesalinya karena anak Anda menjadi orang yang tak peduli dan bahkan tidak berprestasi di sekolah.
Bila Anda tak tahu jawabannya, Anda bisa berkata, “Wah, pertanyaanmu bagus sekali. Tapi Bapak belum tahu jawabannya. Yuk kita cari bersama-sama ya.”
Kemudian Anda bisa memberi contoh perihal cara-cara kita menemukan jawaban mengenai pelbagai hal, seperti:
- Mengunjungi perpustakaan, mencari buku-buku yang memuat informasi soal itu;
- Menelpon atau bertamu ke seseorang yang mungkin tahu jawabannya;
- Mencari jawabannya di ensiklopedia, kamus, atau Internet.
Ada kalanya pertanyaan-pertanyaan anak Anda menjadi beban dan melelahkan. Anda bisa menanggapinya dengan, “Bunda belum bisa menjawabnya sekarang. Nanti kalau Bunda sudah selesai mengetik, kita akan membicarakan hal itu ya.”
Apa yang Terjadi Kalau…
Dorong minat anak Anda pada ilmu pengetahuan dengan membantu anak-anak membuat prediksi dan mengujinya. Sebagai contoh:
- Pada saat anak Anda mandi, minta dia menebak mainan mana yang akan tenggelam dan mana yang akan melayang. Kemudian buktikan.
- Ketika tengah memasak, ajak anak Anda meramalkan apa yang akan terjadi kalau Anda mencampur bahan-bahan makanan, seperti: menambahkan air ke dalam tepung; mencampurkan bumbu-bumbu dengan tepung; mengocok telur; memasak makanan seperti telur, beras, atau pasta.
Apa Artinya?
Dorong pula anak Anda belajar perihal simbol-simbol. Anak-anak yang menunjukkan minat pada tulisan tercetak dan simbol-simbol, lebih mungkin bersemangat belajar membaca kalau sudah siap.
- Sebutkan dan tunjukkan arti tanda-tanda yang kerap Anda lewati bersama anak-anak.
- Minta anak Anda memberitahukan kapan lampu lalulintas berubah warna dan apa artinya. Misalnya, hijau berarti boleh jalan dan merah artinya harus berhenti.
- Lihat bersama di buku-buku bergambar dan minta anak menceritakannya. Kemudian bacakan kata-katanya untuk melihat bagaimana ceritanya.
Bagaimana Cara Kerjanya?
Ajak anak Anda bermain “Bagaimana Cara Kerjanya ya?” ketika Anda tengah memperbaiki sesuatu. Biarkan anak Anda membantu hal-hal kecil, seperti:
- mengatur kembali jam digital;
- mengganti baterai di balik jam dinding;
- mengganti baterai senter;
- memperbaiki gerendel pintu. DB
Dr. Dono Baswardono, CHT, AISEC, MA, Ph.D
– psikolog, psikoanalis & grafolog. Anggota Asosiasi Grafolog Belanda.